Jumat, 19 Desember 2008

Sake, Halal atau Haram?

Anda tentunya sudah tahu tentang sake, minuman yang berasal dari Jepang. Tapi apakah sudah tahu hukum islam meminum sake? halal atau haramkah?


Sekilas tentang Sake

Berdasarkan wikipedia, sake merupakan minuman beralkohol dari negara Jepang yang dibuat dari fermentasi beras. Minuman ini sering digunakan sebagai minuman dalam pertemuan di Jepang, sedangkan di luar Jepang sake banyak digunakan untuk bumbu masakan khas Jepang.

Sake sering disebut juga anggur beras. Pemerintah Jepang sendiri mendefinisikan sake sebagai minuman beralkohol yang terbuat dari beras, koji beras dan air, yang selanjutnya mengalami proses fermentasi dan filtrasi.

Pada tahun 1944, selama perang dunia II, para produsen sake mulai menambahkan alkohol dalam proses pembuatan sake dengan tujuan untuk meningkatkan volume produksi. Hal ini dilakukan karena produksi beras pada saat perang dunia II menurun drastis.

Secara tradisional, sebenarnya sake terbuat dari 100% beras murni. Hal ini telah berjalan sekitar 2000 tahun. Namun, ada perubahan dengan penambahan alkohol saat perang dunia II.
Di Jepang sendiri, sake dibagi dalam 2 tipe, yaitu sake tanpa bahan tambahan dan sake dengan menggunakan bahan tambahan.

Sake, dalam bahasa jepang sendiri adalah Seishu atau Nihonshu, yang dapat didefinisikan sebagai:
1. fermentasi dari beras, koji beras, kapang/jamur yang digunakan untuk mengubah pati dalam beras menjadi gula yang dapat difermentasi lanjut, ditambah air, dan selanjutnya dipres melalui suatu alat sehingga dihasilkan suatu cairang yang bening.
2. fermentasi dari beras, air, sake kasu (sesuatu yang tertinggal setelah pengepresan sake yang masih mengandung elemen yang masih dapat difermentasi), koji beras, dan lainnya yang diperbolehkan menurut peraturan kemudian dipress melalui suatu alat penyaring.
3. Sake dimana kasu telah ditambahkan dan kemudian dilewatkan melalui penyaringan.

Proses Pembuatan Sake
Bagaimana membuat sake, berikut hanya sekilas mengenai tahapan proses pembuatan sake, lebih jelasnya bisa dilihat di wikipedia.
1. Penggilingan beras
2. pencucian
3. pemasakan
4. pembuatan koji
5. penambahan starter
6. Moromi
7. Pengepresan
8. filtrasi
9. Pasteurisasi
10. Aging.

Kualitas sake yang dihasilkan dipengaruhi oleh 5 hal penting, yaitu : kualitas air dan beras, keahlian teknis, kualitas khamir/yeast dan kondisi cuaca tempat produksi.

Tipe Sake

Tipe sake dibagi dalam dua kelompok besar:

1. Sake dengan penambahan alkohol

Kelompok ini terdiri dari sake murah; paling banyak diproduksi, penambahan alkohol untuk meningkatkan hasilnya. Kemudian sake degan "additives" yang merupakan sake premium dengan tambahan alkohol dalam jumlah rendah misalnya Honjozo-shu (penambahan 116 liter untuk per 1.000 kg beras), Ginjo Sake (beras : 60% dari hasil yang diperoleh), dan Dai Ginjo Sake (banyaknya beras 50% dari hasil).

Perbedaan ketiga sake diatas adalah pada jumlah beras yang difermentasi.

2. Sake tanpa tambahan alkohol

Pada kelompok ini terdiri dari Junmai Sake, Junmai Ginjo, dan Junmai Dai Ginjo. Perbedaan dari ketiga kelompok tersebut adalah pada tingkat pemurnian beras (derajat sosoh) yang dilakukan.

Bagaimana Hukum meminum Sake?
Berdasarkan definisi diatas, sake dalam terminologi Islam termasuk dalam kategori minuman keras (khamar) dan jelas khamar hukumnya adalah haram dan najis.

Keharamannya berdasarkan sake dalam kategori minuman beralkohol, sebagaimana minuman beralkohol lainnya asal Jepang seperti Mirin. Produk masakan Jepang 'sulit' untuk lepas dari penggunaan sake sebagai salah satu bumbu dalam pembuatannya.


20 komentar:

  1. kalo dia bisa memabukan mungkin haram dong kang.....tapi tergantung juga seeh...aku gag isa jawab....takyut salah nih, kang mampir yah di new look aku, sekalian tukeran link yah

    BalasHapus
  2. akang ini pemahamannya kurang luas, begini kang..definisi minuman haram adalah sesuatu yang memabukkan atau menjadi mabuk/tak sadarkan diri, pada zaman dahulu minuman khamar itu belum diketahui berapa persen kadar alkoholnya, jadi langsung dipatok haram karena mabuk, zaman sekarang sudah diketahui batas toleransi alkohol yang dapat memabukkan boleh dikatakan haram, batas toleransi alkohol dibawah ambang memabukkan belum tentu haram, kategori minuman memabukkan bisa jadi minum air putih juga memabukkan bila minumnya berlebihan sehingga teller,,jadi jelas ya Kang apa definisi Haram tersebut? Islam itu Rahmatan Lilalamin, Jangan terkotak kotak dan sempit berpikirnya, kalo masih sempit juga pemahamnnya kalo gitu bepergian jangan naik motor,mobil, angkot,bus , pesawat , kereta.. NAIK AJA UNTA kemana mana..he..he..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaupun setetes nmnya khamar ya ttep haram. Inget lagunya bamg rhoma kn?

      Hapus
  3. setahu ane khamer itu haram tapi tidak najis, dulu pas turun ayat larangan khamer para sahabat langsung menumpahkan ke tanah2 sekitar mereka(menunjukan sikap betapa tunduknya para sahabat pada perintah dan larangan)

    BalasHapus
  4. Terus kenapa kalo haram?
    Balik ke niat masing2, kalo minum sake niatnya buat menghangatkan badan gpp coy..sama kek misal ente sakit parah n obatnya cuma 1 lembar daun ganja dimanaa ganja itu haram..maka dihalalkanlah selembar daun ganja itu supaya ente sembuh dr penyakit..
    Yg ada di Qur'an n Hadist jgn langsung ditelan mentah2 coy, ditafsirkan dl..kalo ente telan mentah2 jdnya kek teroris2 yg ngebom dibilang jihad2 tai anjing itu..
    Think again! Smart living n be well!

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu gak papa bila kamu dalam keadaan DARURAT , tapi kalo dalam keadaan yg masih bisa dikawal itu tetap haram. agama gak menghalalkan yg haram kecuali darurat. perlu ditegaskan itu. dlm kisah nabi juga pernah diceritakan kalau kamu gak ada makanan selain khinzir , maka makan dgn niat utk bertahan hidup. untuk yg darurat iya tidak dinafikan boleh , tp untuk yg sihat (tidak darurat) ianya tetap haram jatuhnya. mohon dikaji dulu tafsiran/kitab para ilmuan dan kisah2 teladan nabi.

      Hapus
  5. zinah untuk cari rejeki, akhirnya halal.kalau sampean karena niat tok yg ada tanpa liat dasar2nya.. ckckck. pinter tapi keblinger ya..

    BalasHapus
  6. Jadi halal atau haram? Maksudnya klw di batas tidak memabukkan berarti hala gitu? Terus klw buat iseng minum sake ( bukan untuk menghangatkan badan) halal atau haram jadinya?

    BalasHapus
  7. Ini mampir kesini ceritanya mau masak Karaage (masakan jepang) tapi ada bahan sake yang tujuannya untuk melunakkan daging itu, tapi ada bahan pengganti yaitu jus anggur ditambah perasan lemon. Tapi gak yakin kalau bahan pengganti itu bisa melunakkan dagingnya atau cuma imitasi rasa aja. Jadi bingung mau pake sake atau enggak, soalnya kalo mau buat karaage dagingnya harus berasa empuk gitu :3

    aah tidaaaak ~x(

    BalasHapus
  8. Kyknya bnyk bgt cara utk melunakkn daging. Bikin bdn hangat jg gak hrs pk sake. Ngobatin penyakit jg gak hrs pk ganja. Tinggal pinter2nya qta aja, gak usah trlalu ngotot ttng halal atau haram jg. Gak usah maksain pendapat hrs sama dg orang laen. Pahala atau dosa kan ditanggung sndr2.

    BalasHapus
  9. Bener tuh menurut gua sih kita pake cara kita aja yg jelas tidak di haramkan kalau kita pakai pendapat kita tidak tentu benar karna wawasan kita tidak seluas wawasan para pendahulu kita

    BalasHapus
  10. Meminum alkhohol walaupun sedikit kan haram

    BalasHapus
  11. Terus gimana kalo tujuannya untuk membuat oden gan? Klo kata orang oden tanpa sake kurang lengkap bumbunya gtu

    BalasHapus
  12. hahaha enak nyawang aja, sambil liat orang orang jd imam.

    BalasHapus
  13. Ya or a haram lab coeg kan dark beras yg di fermentasi kecuali yg do tambahin alkohol

    BalasHapus
    Balasan
    1. haram bukan berarti alkohol aja bro. proses dlm pembuatan juga diambil kira. bahkan yg lebih penting fahain tafsiran/kitab/tafsiran para ilmuan. jgn ambil mudah takut jatuhnya dosa besar.

      Hapus
  14. jadi bingung nich,, biar gak sesat tanya pak ustad ja ya, hahahahahahaha

    BalasHapus
  15. Sake haram karena termasuk golongan khamr (minuman yang memabukkan). Jadi mau minum setetes (walau nggak mabok), sesloki, seteko tetap haram bahkan yang membuat, memperjual belikan, mendistribusikan juga diharamkan.
    Yang diharamkan itu bukan alchohol melainkan khamr (minuman/makanan yg memabukkan), kalo ada makanan/ minuman yg mengandung alkohol tapi seberapa banyakpun kita makan tidak akan memabukkan maka itu tidak diharamkan, contohnya tape, durian, nangka dll, itu makanan yg mengandung alkohol tetapi seberapa banyakpun kita makan nggak bakal mabuk (palingan ya sakit perut,kepanasan, diare) itu tidak diharamkan karena bukan termasuk khamr.

    BalasHapus